Dewan Pembina Gerakan Pengawal Fatwa (GNF) MUI, Habib Rizieq Syihab menilai, nilai-nilai Pancasila sudah mulai tidak diterapkan di Indonesia. Salah satu penyebabnya menurut Habib adalah demokrasi liberal yang dipaksakan diberlakukan di negeri ini. Berikut ini penjelasan lengkap Habib Rizieq tentang Pancasila dalam acara diskusi dan konferensi pers ‘Kedaulatan NKRI Tanggung Jawab Kita Semua’ di Gedung Joeang, Jumat (20/1/2017).
Pertama, Ketuhanan yang Maha Esa. Itu berarti sudah jelas bahwa Indonesia adalah negara berketuhanan, negara beragam. Sehingga pemikiran, pemahaman apapun yang bertentangan dengan nilai ketuhanan YME tidak boleh ada tempat di Republik Indonesia. Apakah itu faham komunis, marxisme, leninisme, termasuk faham sepilis (Sekulerisme, pluralisme dan liberalisme) yang merupakan produk-produk zionis internasional.
Kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab. Sudah tegas bahwa para founding father kita menanamkan kepada generasi penerusnya untuk selalu menegakkan keadilan. Keadilan itu untuk semua, tanpa memandang suku budaya dan agama, semua warga Indonesia berhak mendapatkan keadilan dan berhak untuk diperlakukan dengan adil dan beradab yang menjungjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karenanya, segala tindakan yang tidak berkeadilan, segala tindakan yang tidak beradab tidak boleh diberi tempat di negara Indonesia.
Ketiga, Persatuan Indonesia. Satu jengkal pun di wilayah RI tidak boleh melepaskan diri. Karena itu, kita menolak segala bentuk gerakan separatis dari mulai Aceh sampai Papua, tidak boleh lagi ada gerakan separatis untuk melepaskan diri dari NKRI. Karena itu kita minta kepada pemerintah untuk menggerakkan intelijennya, menggerakan keamanan dan pertahanannya, bukan untuk memata-matai ulama, mengkriminalisasi ulama, tapi untuk mencegah separatis di setiap jengkal wilayah NKRI. Lepasnya Timor-timur itu adalah kesalahan fatal dan tidak boleh lagi terjadi.
Keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Ingat! Berdasarkan sila ini Indonesia adalah negara musyawarah bukan negara demokrasi liberal, bukan negara demokrasi barat, bukan juga negara demokrasi sosialis. Indonesia adalah negara musyawarah mufakat. Kalau ada yang bertanya, apa sih bedanya musyawarah dengan demorkasi liberal, dengan demokrasi barat yang ditawarkan selama ini kepada Indonesia? Jelas berbeda.
Musyawarah itu mengumpulkan para ahlinya di setiap bidang yang punya integritas moral, yang menguasai suatu disiplin ilmu kemudian mereka bermusyawarah untuk menentukan kebijakan-kebijakan negara. Tapi berbeda dengan demokrasi liberal yang prinsipnya one man one vote. Sehingga maaf, akibatnya presiden punya hak satu suara, pelacur juga punya hak satu suara. Ini penghinaan terhadap presiden disamakan dengan pelacur. Kalau pejabat disamakan dengan orang-orang yang tidak berintegritas moral, gak boleh, presiden gak boleh disamakan dengan pelacur. Ulama juga gak boleh disamakan dengan orang-orang yang tidak punya ilmu.
Jadi musyawarah itu bukan setiap orang yang tidak mempunyai ilmu, gak punya integritas moral. Maling, bajingan, koruptor semua diajak musyawarah, tidak! Yang diajak itu orang-orang yang cerdas dan punya integritas moral. Itulah dasar kita punya negara.
Sila keempat dalam Pancasila ini harus kita tegakkan, harus kita kembalikan. Ini akibat UUD45 diamandemen, diobok-obok sehingga berubah menjadi demokrasi liberal, akhirnya sila keempat ini sudah diabaikan. Ini penistaan terhadap Pancasila bukan lagi dengan ucapan, tapi dengan tindakan, dengan fakta sila keempat ditinggalkan oleh bangsa Indonesia akibat kerakusan daripada kekuasaan yang terjadi di Republik ini pasca reformasi 1998.
Yang terarkhir, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sudah jelas Indonesia ini negara kaya raya. Apa yang kita tidak punya di Republik ini. Maaf, kalau negara arab cuma punya minyak saja sudah kaya raya, Indonesia ini punya bumi dan minyak langit. Yang mana minyak langit? Sawit itu minyak langit. Bukan cuma minyak bumi dan minyak langit, emasnya, platinanya, timahnya, tembaganya, logamnya, sampai kepada uranium bahkan batu untuk membuat nuklir Indonesia termasuk negara yang mengandung uranium terbesar di dunia ini. Andai kata penduduk Indonesia ini satu milyar sekalipun, kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia sebagai anugerah dari Allah sebagai Tuhan YME lebih dari cukup untuk menghidupi rakyat yang satu milyar.
Tapi kenapa penduduk baru 200 juta sudah banyak pengangguran, banyak orang miskin, banyak orang menderita, karena di republik ini banyak tikus-tikus negara, banyak rampok-rampok negara yang menjarah kekayaan negara seenak perut mereka. Kita harus membela rakyat sampai lapisan paling bawah, mereka harus sejahtera, mereka harus ditingkatkan kesejahteraan sosialnya, gak boleh di Indonesia ada pengangguran lagi, di Indonesia ada yang miskin lagi, di Indonesia ada yang makan nasi aking. Ini betul-betul pemandangan yang ironis, bagaikan tikus yang mati diatas lumbung padi.
Kita ini kaya raya, maka itu ayo kita bangkit. Kedaulatan ekonomi, kedaulatan politik, kedaulatan hukum, kedaulatan teritorial, kedaulatan bangsa Indonesia harus kita rebut.
Sumber : Jurnalislam.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar