لِمَ تَلْبِسُونَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ Mengapa kamu mencampur adukkan yang hak dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui? (Qs. Ali Imron :71)

Senin, 30 Januari 2017

Akun PKI Ancam Tundukan Militer: TNI, Polisi dan Kemenkominfo Buru Pelaku

TNI, polisi dan Kemenkominfo memburu pelaku pembuat akun PKI di sosial media. Akun tersebut telah membuat gempar masyarakat dalam sepekan terakhir. Statusnya dinilai meresahkan, bahkan berani mengancam institusi pemerintah seperti TNI, Polri sampai Jokowi.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Wuryanto mengaku telah mendengar kabar ancaman itu. Saat ini, pihaknya tengah memburu pembuat akun tersebut.
“Sudah ada. Kita sedang dalami akun Facebook itu,” ujar Wuryanto belum lama ini, dilansir situs Kriminalitas.
Polda Metro Jaya juga mempersilakan masyarakat melaporkan akun PKI yang bergentayangan di media sosial Facebook.
“Kalau ada yang melapor, kami buka ruang seluasnya. Nanti akan ditindaklanjuti,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono.
Argo mengatakan, PKI sudah resmi dilarang pemerintah. Siapa yang memakai atribut itu akan diberi sanksi tegas. Walau tak ada yang melapor, polisi akan melakukan penyelidikan sendiri.
Tak hanya TNI dan Polri. Kemenkominfo turut menelusuri jejak akun PKI yang sangat meresahkan tersebut.
Kementerian Komunikasi dan Informasi mengaku menindaklanjuti keberadaan akun tersebut. Akun berlambang palu arit ini tentu meresahkan warga karena mengingatkan duka masyarakat Indonesia atas peristiwa kekejian gerakan PKI yang beberapa kali membuat peristiwa berdarah. Terutama tahun 1948 dan 1965.
“Saya akan sampaikan ke bagian yang berwenang untuk menutupnya,” janji Plt Dirjen Aptika Kemenkominfo, Mariam F Barata.
Dari penelusuran Klikbalikpapan, akun PKI beredar di media sosial dan sangat meresahkan masyarakat. Akun itu kerap menuliskan pernyataan provokatif.
Akun itu sesumbar bakal menundukan TNI.
“Lini-lini strategis kepolisian sudah berada di tangan kami sepenuhnya, selanjutnya akan kami tundukkan TNI,” tulis akun tersebut.
Akun dengan gambar lambang pancasila, bintang, serta palu arit itu dibuat pada 23 Januari 2017. Akun ini mempunyai puluhan postingan. Status tersebut mengisyaratkan kebangkitan PKI.
Mereka bahkan mengenalkan nama ketua dan wakil PKI. “Perkenalkan Ketua Umum PKI WAHYU SETIAJI di juluki Aidit Muda dan Wakil Ketua TEGUH KARYADI di juluki Nyoto Muda. Mari “kembali kerumah kita,” tulisnya.
Mereka juga mempunyai komitmen menggiring opini jika ulama dan negarawan pelaku makar.
“Kami akan terus giring opini bahwa kaum nasionalis dan ulama adalah pelaku makar. Kalian hanya bisa berteriak di media sosial dan melakukan demonstrasi saja tanpa tau harus berbuat apa lagi selain itu. Sedangkan kami sudah mencengkram lini-lini pemerintahan Jokowi,” ancamnya.

Tidak ada komentar: