لِمَ تَلْبِسُونَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ Mengapa kamu mencampur adukkan yang hak dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui? (Qs. Ali Imron :71)

Minggu, 10 Oktober 2010

Sekjen FUI: Rasulullah Tetapkan Hukuman Mati Untuk Pengikut Aliran Sesat

alt
Sekjen Forum Umat Islam (FUI) membantah klarifikasi DPP PKS yang disampaikan oleh Ustadz Nabil al Musawa berkaitan dengan sikap para khulafaur rasyidin terhadap pengikut aliran sesat. Nabil mengatakan bahwa, "sama seperti perlakuan khulafa rasyidin terhadap aliran-aliran sesat di zamannya, mereka tidak di bunuh sepanjang mereka tidak membunuhi kaum muslimin, tetapi dilindungi sambil dikirimkan para sahabat yang alim untuk berdiskusi dan menyadarkan mereka".

Menurut Al Khaththath, sebenarnya bukan pada jaman Khulafaur Rasyidin, sejak Rasulullah Saw sendiri nabi palsu Musailamah al Kaddzab dan para pengikutnya telah divonis hukuman mati.

"Namun eksekusinya baru dilakukan di masa Khalifah Abu Bakar. Beliau mengirim sejumlah pasukan untuk menghadapi Musailamah dan 41 ribu pengikutnya dari kalangan Bani Hanifah", ungkap Al Khaththath.

Sebelum mereka dieksekusi, dibacakan terlebih dahulu surat khalifah kepada para pengikut aliran sesat itu yang isinya mengajak mereka bertobat. 

"Kalau bertaubat akan dibebaskan, tapi kalau tetap dalam kesesatan dan kemurtadannya maka akan dihukum mati sesuai sabda Nabi", lanjutnya.

Akhirnya, sebagaimana yang diketahui secara luas Musailamah dan sebagaian pengikutnya tewas diperangi, dan sebagian yang lain taubat masuk Islam.

"Itulah yang diuraikan dalam kitab al Bidayah wa al-Nihayah karya Imam Ibnu Katsir', tambah Al Khaththath.
(shodiq ramadhan)

Tidak ada komentar: