Orang
yang beriman sejati kepada Muhammad SAW tidaklah mungkin meninggalkan
hukum yang diajarkan Muhammad, lalu menukarnya dengan yang lain.
Tidaklah pantas mereka meminta hukum kepada Thagut.
Kadang
kadang manusia telah menjual keyakinan dan agamanya kepada intrik
intrik dan ambisi penguasa, ambisi partai, sehingga hilang hakekat
kebenaran. Kadang kadang dijalankan suatu peraturan yang terang
melanggar ketentuan agama, tetapi terpaksa diterima juga, karena terlalu
banyak berhutang budi dengan kaum kapitalis.
Sedangkan
orang yang beriman, didorong oleh kekuatan imannya tidaklah akan ragu
ragu untuk menolak peraturan Thogut itu. Allah telah memerintahkan
kepada kaum beriman supaya menolak dan menentang Thogut!! Thogutnya saja
sudah ditentang , apalagi hukumnya?
Kalau
mereka tunduk kepada Thagut, maka ayat ini telah menjelaskan bahwa
ternyata imannya hanya dibibir saja. Demikian juga orang yang menerima
hukum hukum buatan manusia yang jelas bertentangan dengan hukum Allah
SWT. Kalau mereka perturutkan peraturan Thagut yang demikian, mereka
telah ikut langkah langkah syetan.
Iman tidaklah sempurna sebelum si Mumin tunduk patuh dan ridha akan hukum Allah SWT.
“Maka
tidaklah , demi Tuhan engkau, tidaklah mereka beriman, sebelum mereka
mentahkimkan engkau pada perkara perkara yang mereka perselisihkan di
antara mereka, kemudian tidak mereka dapati dalam diri mereka sendiri
keberatan menerima keputusan engkau, dan mereka menyerah, sebenar
menyerah (QS 4:65)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar