لِمَ تَلْبِسُونَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ Mengapa kamu mencampur adukkan yang hak dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui? (Qs. Ali Imron :71)

Jumat, 24 September 2010

Seharusnya AKKBB yang Dibubarkan


alt
Adanya tuntutan agar Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan karena sering melakukan aksi kekerasan, ditolak Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama, Abdul Fatah. Menurutnya, seharusnya yang dibubarkan adalah ormas yang tidak memiliki izin seperti Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).

“Kalau AKKBB menuntut supaya FPI dibubarkan tidaklah tepat. Seharusnya dia sendiri yang dibubarkan karena FPI secara resmi terdaftar sedangkan AKKBB tidak terdaftar sama sekali sebagai ormas,” ujar Abdul Fatah kepada Suara Islam Online, baru-baru ini.

Menyinggung mengenai upaya judicial review di MK terhadap UU No.1/PNPS/1965 yang dilakukan kelompok sekuler termasuk AKKBB, seharusnya tidak perlu dilakukan. Sebab UU itu dimaksudkan untuk mencegah terjadinya penodaan terhadap agama. Selain pada waktu itu untuk meredam kelompok atheis yang akan membuat agama baru dengan seenaknya. Padahal sekarang sudah muncul aliran keagamaan yang tidak jelas yang meresahkan dan menyesatkan masyarakat.    

Seandainya dulu MK mengabulkan permohonan judicial review, maka semua turunan UU itu akan dihapus, sehingga setiap orang dapat membuat agama baru dengan seenaknya. Sementara dengan tetap dipertahankannya UU No.1/PNPS/1965, maka agama lain dapat berkembang di Indonesia termasuk Yahudi dan Zoroaster. Mereka dibiarkan saja dan tidak dilarang artinya tidak dilayani pemerintah tetapi tidak dilarang berkembang di Indonesia. Jadi pemerintah tidak memiliki kewenangan mengakui dan melayani suatu agama.

“Islam sebagai  agama mayoritas di Indonesia, tidak pernah mendapat pengakuan dari pemerintah dan negara. Apa ada pengakuan tersebut di UU? Tetapi pemerintah melayani kebutuhan keagamaan dari umat enam agama yang secara resmi diakui di Indoneisa. Mereka mendapat hak yang sama dalam bentuk pelayanan keagamaan oleh pemerintah. Hal itu sebagai bentuk toleransi dari Islam sebagaui agama mayotritas. Tetapi kalau di Malaysia, Islam dijadikan agama resmi negara,” ungkap Abdul Fatah. (Halim)

http://www.suara-islam.com/news/berita/nasional/1182-seharusnya-akkbb-yang-dibubarkan

Senin, 20 September 2010

AIUSA : Kejahatan Terhadap Muslim Meningkat

    Kejahatan Terhadap Muslim Meningkat
alt
Amnesty International Amerika Serikat (AIUSA) sangat prihatin dengan meningkatnya jumlah laporan kejahatan yang dilakukan terhadap Muslim dan sentimen anti-Muslim di Amerika Serikat.

AIUSA menyesalkan penusukan terhadap sopir taksi Muslim New York, serangan pembakaran terhadap sebuah situs konstruksi masjid di Tennessee dan perusakan terhadap Islamic center di California. Kejahatan-kejahatan ini bersamaan dengan kegiatan teror "International Burn a Qu'ran Day" yang disponsori oleh sebuah gereja Florida dan protes terhadap masjid di kota-kota lain. Ini menciptakan iklim ketakutan, diskriminasi dan penganiayaan terhadap umat Islam. Mereka Muslim AS sekarang tidak punya tempat dalam sebuah masyarakat yang katanya memiliki nilai-nilai kebebasan, keadilan dan kesetaraan.

AIUSA mendesak pihak berwenang di Amerika Serikat untuk mengambil tindakan tegas terhadap serangan ditujukan kepada orang Muslim. Dalam iklim ketakutan dan dianggap ancaman eksternal, adalah penting bahwa pihak berwenang meningkatkan langkah-langkah untuk memastikan bahwa orang-orang dari semua masyarakat, baik warga negara atau tidak, sama-sama dilindungi.

Pihak berwenang AS harus terus mengecam intimidasi dan serangan terhadap Muslim dan memperjelas bahwa kejahatan kebencian dan diskriminasi tidak akan ditoleransi.

Amnesty International adalah organisasi pemenang Hadiah Nobel Perdamaian dengan lebih dari 2,8 juta pendukung, aktivis dan sukarelawan di lebih dari 150 negara dan berkampanye untuk hak asasi manusia di seluruh dunia. (jaka)
http://www.suara-islam.com/news/berita/internasional/1167-amnesty-internationaljumlah-kejahatan-terhadap-muslim-meningkat

Sabtu, 18 September 2010

Inilah Alasan Lengkap Warga Mustika Jaya Tolak Gereja HKBP

Inilah Alasan Lengkap Warga Mustika Jaya Tolak Gereja HKBP
Sabtu, 18 September 2010 | 12:11 WIB
Dikutip dari Rakyat Merdeka Online Jum'at, 17 September 2010 , 15:25:00 WIB
Peristiwa penusukan oleh sekelompok orang terhadap jemaat dan pendeta Huria Kristen Batas Protestan (HKBP) pada Minggu lalu (12/9) telah menyita perhatian publik. Masyarakat terbelah menyikapi insiden tersebut. Ada yang langsung mengecam, ada yang bersikap berhati-hati sebelum mengeluarkan sikap, dan tentu ada pula yang tidak mau tahu atas persoalan tersebut.

Redaksi Rakyat Merdeka Online, menerima e-mail bersifat surat terbuka dari salah seorang warga Mustika Jaya, Bekasi tempat keberadaan gereja HKBP itu, Rahmat Siliwangi. Surat ini sengaja kami publikasi agar menambah data pembanding bagi para pembaca. Tentu sebagai media independen dan terbuka, Redaksi Rakyat Merdeka Online, juga akan memuat bila ada dari pihak HKBP yang membantah isi surat di bawah ini.

Berikut kutipan lengkap dari surat terbuka Rahmat.

SAYA warga mustika jaya, Bekasi hanya ingin sharing kenapa sebenarnya kami sulit untuk menerima kehadiran warga HKBP di daerah kami. Dua puluh tahun lalu seorang warga Batak mulai menjadikan rumah tinggalnya sebagai tempat kebaktian. Kami warga perumahan Mustika Jjaya dapat menerima karena kami sangat menghargai toleransi dan kebebasan dalam memilih keyakinan.

Namun makin lama kami biarkan semakin banyak warga Batak yang sering mondar mandir di perumahan kami. Bahkan perilaku mereka yang tadinya hormat kepada warga sekitar menjadi arogan dan mau menang sendiri. Selain itu dalam aktifitas sehari hari mereka mulai tidak menghormati tetua warga dan warga asli Mustika Jaya, Bekasi. Seakan–akan tanah dan daerah ini milik mereka. Bahkan dalam acara–acara keluarga, mereka sangat mengganggu ketentraman kami sebagai warga asli.

Ini bukan masalah agama. Karena di tempat kami ada juga warga yang non muslim selain Kristen HKBP.

Warga selain  muslim pun mulai keberatan dengan perilaku dan cara–cara warga HKBP dalam sosial kemasyarakatan.  Kesimpulan kami bersama warga–warga non muslim selain jemaat HKPB, jemaat HKBP cenderung kasar, sembrono, tidak tahu diri, tidak tahu malu, menyebalkan, cara bicaranya keras dan sangat arogan.

Setalah sepuluh tahun kami biarkan, jika ada acara, mereka mulai mendominasi akses jalan kampung dan mereka mulai berani terang–terangan melakukan indimidasi terhadap warga sekitar yang keberatan dengan pola tingkah dan perilaku hidup mereka seperti mabuk, menggoda wanita–wanita dan putri–putri kami, mulai mengganggu tatanan adat masyarakat asli dan hukum yang berlaku.

Selain itu jika ada acara makan–makan, mereka mulai berani memotong babi dan anjing di sekitar kampung Mustika. Bahkan bau daging–daging itu sampai tercium kemana–mana. Mereka mulai berani keliling kampung dengan bernyanyi–nyani dengan suara dan logat khas batak.

Pemaksaan cara mereka inilah yang membuat kami sangat kesal dengan tingkah pola mereka. Bahkan mereka mulai berani mendirikan lapo–lapo tuak yang selalu memicu keributan disekitar daerah Mustika Jaya.

Kemudian, kami warga sekitar, baik itu muslim dan non muslim non HKBP sering mengadakan pertemuan untuk membahas keberadaan warga HKBP (meskipun sebagian besar hanya datang setiap hari Minggu). Kesimpulan dan kesepakatan warga, kami takut jika ini dibiarkan akan merubah tatanan masyarakat kami dari berbagai lintas agama dan suku lain selain Batak.

Perilaku mereka akan mengubah tatanan kemasyarakatan yang tadinya saling menghormati, toleran, sopan santun, menjadi arogan, mau menang sendiri, mabuk–mabukan dimana saja. Dan makan dengan makanan yang bagi kami sangat menjijikan. Seperti bakar babi dan anjing.

Dan  kami pun mulai melaporkan ke Pemerintah Kota Bekasi mengenai keberadaan mereka sesuai apa adanya. Kami juga meminta Pemkot Bekasi bahkan Kepolisian dan Babinsa di daerah kami untuk berkata apa adanya dan menyelidiki secara langsung perilaku warga HKBP.

Karena yang kami sampaikan bukanlah omong kosong maka setelah hampir dua puluh tahun kami menderita dengan perilaku HKBP, oleh Pemkot Bekasi kegiatan jemaat mereka dianggap liar. Dan gereja di rumah seorang warga pun disegel oleh Pemkot Bekasi. (Tentunya dengan hasil penyelidikan selama waktu yang cukup dengan melibatkan Kepolisian dan Koramil setempat).

Jadi maksud saya membuat surat ini pada dasarnya bukan masalah didirikan gereja atau tidak dirikan gereja yang menjadi pokok permasalahan. Tapi yang akan mendirikan gereja di tempat kami adalah jemaat  Huria Kristen Batak Protestan, yang menurut teman saya juga beragama Kristen tapi dari suku lain (Jawa,  Maluku, Irian, NTT) mereka juga kurang suka dengan kelompok ini (HKBP). Karena di dalam persatuan gereja–gereja Kristen pun, selalu membuat masalah–malsalah tatanan sesuai pola arogansi kesukuan Batak mereka.

Saya hanya bisa berharap, surat saya ini bisa menjadi informasi pembanding dan pertimbangan yang objektif apakah apa yang saya sebutkan dengan perilaku mereka diatas itu salah atau mengada–ada. Khusus untuk teman–teman wartawan jika Anda ingin objektif silahkan survey warga Mustika Jaya Bekasi apakah yang saya sampaikan di atas benar atau tidak.

Dan saya surat saya ini juga ditujukan Warga HKBP untuk bercermin terhadap perilaku mereka, berperilakulah seperti manusia, kalau ingin dihormati dengan sebenarnya hormatilah tatanan masyarakat sekitar.  Kita ini orang timur, "Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.” Kalau tidak
dimanapun anda berada kalian tidak akan pernah diterima oleh suku manapun!

Kami takut jika mereka jadi bermukim di Mustika Jaya, tatanan kehidupan sosial kami berubah, kami takut anak–anak kami menjadi para pemabuk, keras kepala, kekerasan meningkat, kejahatan meningkat, sekali lagi kami bukan tidak mau menerima umat kristiani. Yang tidak kami terima mereka ini HKBP.

Salam,

Agustus 2010,
Mustika Jaya Bbekasi

 Rahmat Siliwangi


http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=4062
(catatan redaksi : kini laman Rakyat Merdeka Online diatas, sudah kosong dan tidak bisa di akses lagi)

fpi.or.id/alwi

Sumber : http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=4062

Pernyataan Marwoto Soeto-lah Justru Yang Tidak Cerdas Dan Mengada-ngada

Pernyataan Marwoto Soeto-lah Justru Yang Tidak Cerdas Dan Mengada-ngada
Sabtu, 18 September 2010 | 10:27 WIB

Kadiv. Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol. Marwoto Soeto, kemarin (17/9) dikutip dari Bisnis Indonesia Online (bisnis.com) menyatakan bahwa pernyataan FPI tentang jemaat HKBP yang membawa senjata tajam itu tidak benar, sama seperti insiden Monas saat FPI menuduh AKKBB bawa senjata api.

"FPI mengada-ngada, sama seperti kasus Monas beberapa tahun lalu kok, yang katanya aliansi kebebasan beragama membawa senjata tajam," katanya, kemarin Jumat (17/9).

Munculnya pernyataan dari seorang perwira di tubuh Mabes Polri tersebut dapat membuat citra Polri rusak dan tidak dihormati masyarakat, pernyataan ini terucap tanpa melihat fakta yang ada padahal yang bersangkutan adalah seorang Kadiv Penerangan Umum Mabes Polri.

Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab, MA, pun mengecam keras pernyataan itu. Bagaimana seorang perwira tinggi Mabes Polri dapat memberikan pernyataan yang tidak cerdas bagi masyarakat, menurutnya hal ini dapat merusak citra Polri yang seharusnya dihargai dan dihormati masyarakat. Berikut pernyataan Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab, MA.

"Marwoto Soeto itu bodoh tapi sok pintar, jahil tapi sok tahu. Suruh dia periksa ke Polres Bekasi tentang nama Purba dan Sinaga dari jemaat HKBP yang membawa senjata tajam, bahkan sempat ditangkap saat insiden Bekasi tanggal 12 September 2010, tetapi sehari berikutnya dilepas kembali oleh Polres dengan dalih hanya pisau buat sayur/ayam.

Dan tentang Pendeta yang acungkan pistol saat insiden Ciketing tanggal 8 Agustus 2010 disaksikan ratusan warga dan aparat polisi Bekasi. Apa semua warga dan aparat polisi Bekasi bohong, cuma Marwoto yang benar ?!

Begitu pula soal Insiden Monas, Marwoto lebih dungu lagi, padahal sudah terbukti ada oknum Ahmadiyah yang membawa pistol dan terekam foto serta video, bahkan sudah tertangkap oleh Mabes Polri, ternyata oknum Polisi yang jadi anggota Ahmadiyah, itu sudah diakui Mabes Polri pada tahun 2008.

Seharusnya, Marwoto kalau tidak tahu, ya cari tahu dulu dong. Masa sih, Kadiv Penerangan Umum Mabes Polri miskin informasi ?Apa Mabes Polri sudah tidak punya perwira cerdas, kok orang tolol dijadikan Kadiv Penerangan Umum. Memalukan !

Copot segera Marwoto, suruh jadi kurir polisi saja, agar sesuai dengan kemampuannya !! Ini saran saya, agar Polri serius hanya memberi posisi kepada perwira yang cerdas, pandai dan profesional, sehingga bisa menjaga citra Polri agar dihargai dan dihormati masyarakat."


adie/fpi.or.id

Sumber : fpi.or.id

Jumat, 17 September 2010

Klarifikasi FPI Bekasi Raya Atas Insiden HKBP

Klarifikasi FPI Bekasi Raya Atas Insiden HKBP
Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi telah menunjukkan KETINGGIAN SIKAP TOLERANSI dan KEBESARAN JIWA terhadap Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan membiarkan jemaatnya melakukan kebaktian setiap Ahad di rumah tinggal seorang warga perumahan Mustika Jaya - Ciketing - Bekasi.

Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tidak pernah keberatan, apalagi usil dan mengganggu ibadah Jemaat HKBP di tempat tersebut.


Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tetap tidak protes dengan adanya Jemaat HKBP yang datang dari luar perumahan, bahkan luar Bekasi, ke tempat tersebut.

Namun, setelah dua puluh tahun, seiring dengan makin banyaknya Jemaat HKBP yang datang ke tempat tersebut dari berbagai daerah, maka Jemaat HKBP mulai tidak terkendali. Bahkan Jemaat HKBP mulai arogan, tidak ramah lingkungan, tidak menghargai warga sekitar yang mayoritas muslim, seenaknya menutup jalan perumahan untuk setiap kegiatan mereka, bertingkah bak penguasa, merusak tatanan kehidupan bertetangga, menciptakan berbagai problem sosial dan hukum. Puncaknya, HKBP ingin menjadikan rumah tinggal tersebut sebagai GEREJA LIAR.

Setelah dua puluh tahun, umat Islam Bekasi, khususnya warga perumahan Mustika Jaya - Ciketing, mulai gerah dan merasa terganggu dengan pola tingkah Jemaat HKBP yang semakin hari semakin arogan, bahkan nekat memanipulasi perizinan warga sekitar untuk GEREJA LIAR mereka.

Sekali pun kesal, kecewa dan marah, umat Islam Bekasi tetap patuh hukum dan taat undang-undang. GEREJA LIAR HKBP di Ciketing diprotes dan digugat melalui koridor hukum yang sah, sehingga akhirnya GEREJA LIAR tersebut disegel oleh Pemkot Bekasi. Tapi HKBP tetap ngotot dengan GEREJA LIAR nya, bahkan solusi yang diberikan Pemkot Bekasi untuk dipindahkan ke tempat lain secara sah dan legal pun ditolak.

HKBP menebar FITNAH bahwa umat Islam Bekasi melarang mereka beribadah dan mengganggu rumah ibadah mereka. Lalu secara demonstratif jemaat HKBP setiap Ahad keliling melakukan KONVOI RITUAL LIAR dengan berjalan kaki, dari GEREJA LIAR yang telah disegel ke lapangan terbuka dalam perumahan di depan batang hidung warga muslim Ciketing, dengan menyanyikan lagu-lagu gereja, tanpa mempedulikan perasaan dan kehormatan warga muslim disana.

Akhirnya, terjadi insiden bentrokan antara HKBP dengan warga muslim Ciketing pada Ahad 8 Agustus 2010, tiga hari sebelum Ramadhan 1431 H. Dalam insiden tersebut, dua pendeta HKBP sempat mengeluarkan PISTOL dan menembakkannya.

Selanjutnya, tatkala umat Islam Bekasi masih dalam suasana Idul Fithri, pada Ahad 3 Syawwal 1431 H / 12 September 2010 M, Pendeta dan Jemaat HKBP kembali melakukan provokasi dengan menggelar KONVOI RITUAL LIAR sebagaimana yang dulu sering mereka lakukan. Kali ini terjadi insiden bentrokan antara 200 orang HKBP dengan 9 IKHWAN WARGA BEKASI yang berpapasan saat konvoi. Peristiwa tersebut DIDRAMATISIR oleh HKBP sebagai penghadangan dan penusukan pendeta.

Media pun memelintir berita peristiwa tersebut, sehingga terjadi PENYESATAN OPINI. Akhirnya, banyak anggota masyarakat menjadi KORBAN MEDIA, termasuk Presiden sekali pun.

Peristiwa Bekasi Ahad 3 Syawwal 1431 H / 12 Sept 2010 M, BUKAN perencanaan tapi insiden, BUKAN penghadangan tapi perkelahian, BUKAN penusukan tapi tertusuk, karena 9 warga Bekasi yang dituduh sebagai pelaku adalah IKHWAN yang sedang lewat berpapasan dengan KONVOI RITUAL LIAR yang dilakukan 200 HKBP bersama beberapa pendetanya di lingkungan perkampungan warga muslim Ciketing. Lalu terjadi perkelahian, saling pukul, saling serang, saling tusuk dan saling terluka.

Pendeta dan jemaat HKBP yang dirawat di Rumah Sakit dibesuk pejabat tinggi, mendapat perhatian khusus Presiden dan Menteri, namun siapa peduli dengan warga Bekasi yang juga terluka dan dirawat di Rumah Sakit ? Bahkan salah seorang dari 9 warga Bekasi tersebut, justru ditangkap saat sedang dirawat di sebuah Rumah Sakit akibat luka sabetan senjata tajam HKBP.

Mari gunakan LOGIKA SEHAT : Jika peristiwa tersebut PERENCANAAN, mana mungkin 9 ikhwan melakukannya secara terang-terangan dengan busana muslim dan identitas terbuka ! Jika peristiwa tersebut PENGHADANGAN, mana mungkin 9 orang menghadang 200 orang, apa tidak sebaliknya ?! Jika peristiwa tersebut PENUSUKAN, mana mungkin 9 ikhwan lebam-lebam, luka, patah tangan, bahkan ada yang tertusuk juga !

Soal PENON-AKTIFAN Ketua FPI Bekasi Raya oleh DPP-FPI bukan karena salah, tapi untuk melancarkan roda organisasi FPI Bekasi Raya yang teramat BERAT tantangannya, sekaligus meringankan beban tugas sang Ketua yang sedang menghadapi UJIAN BERAT dalam menghadapi tuduhan dan proses hukum. Jadi, putusan tersebut sudah tepat, dan merupakan langkah brillian dari DPP mau pun DPW FPI Bekasi.

Langkah tersebut bukan saja cerdas, tapi menjadi bukti TRADISI FPI yang berani, tegas dan bertanggung-jawab. Ketua FPI Bekasi Raya, baru disebut-sebut namanya saja oleh pihak kepolisian, sudah dengan gagah langsung serahkan diiri ke Polda Metro Jaya secara sukarela didampingi DPP-FPI untuk diperiksa. Dan siap menjalani proses hukum bila dinilai bertanggung-jawab dalam insiden Bekasi, walau pun beliau tidak ada di lokasi kejadian. Bandingkan dengan SIKAP PENGECUT Pemred Palyboy Erwin Arnada yang melarikan diri dari VONIS DUA TAHUN PENJARA yang sudah ditetapkan Mahkamah Agung sejak 29 Juli 2009. Bandingkan dengan sikap pengecut DEWAN PERS dan LSM KOMPRADOR yang berusaha melindungi dan membantu Sang TERORIS MORAL tersebut dari putusan tetap Mahkamah Agung.

Bagi segenap pengurus, anggota, aktivis, laskar dan simpatisan FPI dari Pusat hingga ke Daerah, bahwa Ketua FPI Bekasi Raya adalah PEJUANG bukan pecundang. Beliau TIDAK ADA DI LOKASI kejadian saat peristiwa. Beliau hanya kirim SMS AJAKAN kepada umat Islam untuk membela warga Ciketing beberapa hari sebelum peristiwa, tapi dituduh sebagai provokator, sedang Para Pendeta HKBP yang mengajak, membawa dan memimpin massa Kristen serta memprovokasi warga muslim dengan KONVOI RITUAL LIAR, tak satu pun diperiksa.

Kini yang menjadi pertanyaan adalah :

1. Kenapa Para Pendeta HKBP yang jadi PROVOKATOR dan PENGACAU tidak diperiksa ?
2. Kenapa kegiatan HKBP setiap Ahad di Ciketing yang menggelar KONVOI RITUAL LIAR keliling perumahan warga muslim dengan lagu2 Gereja secara demonstratif dibiarkan ?
3. Kenapa dua pendeta yang bawa PISTOL & menembakannya ke warga pada insiden 8 Agustus 2010 tidak ditangkap ?
4. Kenapa dua jemaat HKBP, Purba & Sinaga, yang bawa PISAU saat insiden 12 September 2010 sudah ditangkap lalu dilepas kembali ?
5. Kenapa jemaat HKBP yang memukul dan menusuk 9 ikhwan warga Bekasi tidak ditangkap ?
6. Kenapa Presiden dan Para Menteri serta pejabat dan sederetan Tokoh Nasional memberikan simpatik kepada PENGACAU sambil menyalahkan warga muslim Bekasi ?
7. Kenapa banyak pihak senang mengambil kesimpulan dan keputusan hanya berdasarkan OPINI dan ISSUE media ?
8. Kenapa di Indonesia yang merupakan negeri mayoritas muslim terbesar di dunia, justru yang terjadi adalah MAYORITAS TERTINDAS OLEH TIRANI MINORITAS ?
9. Kenapa MINORITAS di Indonesia terlalu dimanjakan, sehingga mereka jadi tidak tahu diri, bahkan menjadi angkuh dan sok jago ?
10. Kenapa ketika terjadi insiden kecil terhadap SEORANG PENDETA semua teriak nyaring, tapi ketika RIBUAN umat Islam dibantai di Ambon, Sampit dan Poso teriakan macam itu tak terdengar ? Bahkan saat sebuah Masjid dibakar di Medan belum lama ini tidak ada satupun media nasional meliputnya, kemana suara yang selalu mengatasnamakan kebebasan beragama dan beribadah ?



Laa ilaaha illallaah, Muhammadur Rasuulullaah. Jawablah semua pertanyaan tersebut dengan jiwa bersih dan akal sehat serta argumentasi Syariat.

Oleh sebab itu, Keadilan harus ditegakkan ! Hukum tidak pilih kasih ! Jika 9 Ikhwan warga Bekasi sudah ditahan karena dituduh terlibat langsung dalam perkelahian tersebut, dan Ketua FPI Bekasi Raya pun sudah ditahan karena dituduh terlibat secara tidak langsung, maka mereka yang terlibat langsung mau pun tidak langsung dari kelompok HKBP harus ditahan juga !

Karenanya, segenap pengacara Bantuan Hukum Front (BHF) dari DPP-FPI dan Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB) akan tetap dan terus berjuang melakukan pembelaan hukum terhadap Ketua FPI Bekasi Raya dan seluruh warga Bekasi yang ditahan akibat peristiwa tersebut. Tekad Bulat BHF dan KUIB adalah membuktikan bahwa mereka TIDAK BERSALAH, karena mereka hanya KORBAN AROGANSI HKBP dan OPINI SESAT MEDIA MASSA. Bahkan BHF dan KUIB akan tetap dan terus berjuang membela hak-hak warga Ciketing yang selama ini dirampas dan dirusak oleh HKBP.

Bekasi kota religi. Bekasi kota Islami. Siapa ingin kotori atau kacaukan Bekasi silakan keluar dari Bekasi !

Sebar luaskan berita ini agar umat Islam tidak menjadi KORBAN MEDIA !

Hasbunallaahu wa Ni'mal Wakiil, Ni'mal Maulaa wa Ni'man Nashiir.
Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !



fpi.or.id/adie

Sumber : fpi.or.id

Rabu, 15 September 2010

Umar Bin Khatab Abad Ke-20

Umar Bin Khatab Abad Ke-20


Allah memberikan sinyal perintah dalam Al Qur'an "Dan hendaklah sebahagian kamu menjadi umat yang beramar ma'ruf dan nahi mungkar". yang menjadi catatan penting dalam ayat ini, terkait banyaknya persepsi da'wah di kalangan kaum muslimin dan bahkan para Ulama.

Mari kita jauhi pandangan-pandangan tersebut, lihat dengan sangat jelas di dalam Al Qur'an. Setiap kalimat yang mengandung kata "da'wah" maka kontentnya adalah "Amar Ma'ruf dan Nahi Mungkar". Dan Rasulullah mensinyalir bagi kaum muslimin yang sedang melihat kemaksiatan atau lebih dikenal dengan istilah hukumnya "kriminal" maka beliau memberikan cara dalam mengatasinya. Yang pertama dengan tangan, arti "tangan" di sini bisa kekuatan hukum, kekuatan fisik dan segala kekuatan yang dibutuhkan agar bagaimana tindak kriminal tersebut bisa dihentikan.

Ketika Rasulullah dahulu sebelum menginjak usia kenabian beliau pernah mengikuti gerakan "Hilful Fudhul" yaitu gerakan turun lapangan secara langsung ketika ada orang dizhalimi, misinya tidak muluk-muluk, tetapi pasti. Di mana dengan kekuatan yang terbangun secara bersama dalam tubuh kelompok "Hilful Fudhul". Dan Rasulullah mengaminkan ajakan mereka yang bergerak dalam bidang ini, bahkan beliau mengeluarkan pernyataan sikap, seandainya gerakan ini ada pada masa kenabian, dan beliau diajak untuk bergabung, maka ajakan tersebut tidak akan ditolak.

FPI (Front Pembela Islam) merupakan wadah untuk menjalankan anjuran Allah dalam ayat di atas, membentuk umat agar mengajak untuk selalu berlaku baik, dan memberantas kejahatan, misinya sama dengan super hero yang ada dalam film Spiderman, Superman dan Batman. Namun perbedaannya ada pada dasar berfikir. FPI berkorban karena ini adalah perintah atasan (Allah). Dan Allah sudah menjamin ganjaran kebaikan. Sedangkan super hero dalam film anak-anak hanya hasil imajinasi, tidak nyata dan mereka mengajarkan berantas kejahatan dengan modal sanjungan, penulis menilai film-film ini adalah "ayat jihad" musuh-musuh Islam. Mereka kesusahan dalam menyokong semangat agar rela berkorban demi agama dan negara. Seadangkan Islam, subhanallah Al Qur'an yang maha agung mengatur semua hal, termasuk anjuran amar ma'ruf dan nahi mungkar. Sehingga lahirlah salah-satu wadah yang bernama FPI sebagai bentuk jawaban iman dan nurani kita atas keprihatinan kondisi masyarakat secara luas sekarang.

Lebih tepatnya kesamaan visi dan misi yang diemban FPI dengan da'wah Rasulullah. Sayangnya musuh Islam tidak pernah berhenti agar agama mulia ini berkembang dan maju. Mereka menggunakan media dan segala fasilitas termasuk dana, seperti yang ditulis oleh eramuslim.com "Kampanye Anti Islam dan Umat Muslim Ternyata Didanai Oleh Donatur Pro-Israel". Menurut laporan investigasi yang muncul di stus Politico.com, dana sebesar 920 ribu dolar yang disalurkan melalui Pusat Kebebasan untuk situs Jihad Watch selama tiga tahun terakhir berasal dari Joyce Chernick, seorang tokoh yang sangat pro-Israel. Dari hasil para kuffar (musuh Islam), membuat perjalanan da'wah umat Islam terhambat, Abu Bakkar Ba'asyir keluar masuk penjara setelah terbukti tidak bersalah. Opini publik mengenai FPI telah diracuni media. Perhatikan dengan baik, setiap gerakan yang jelas visi dan misinya buat Islam, maka tantangannya sangat sangat berat. Jika mereka tidak sanggup, maka tenaga umat Islam sendiri yang mereka pakai untuk menghancurkan Islam. Anggapan miring kita mengenai FPI adalah hasil kerja musuh agama, kita diadu domba. Malaysia versus Indonesia, dua negara yang sama-sama mayoritas Islam namun saling bermusuhan.

FPI memiliki label yang jelas, "Bermusuhan dengan Kriminal". Da'wah dalam Islam bukan hanya pada azan, "hayya a'la sholah". Da'wah dalam Islam bukan hanya seruan pada ritual ibadah, tetapi da'wah dalam Islam jelas tertulis di Al Qur'an "Nahi Mungkar". Nahi mungkar bukanlah tindak anarkis seperti yang dihembuskan orang-orang non Islam. Selain kinerja kita yang bersinambungan, waktu juga akan menyingkap semua tabir kebenaran, kemenangan pasti berada di pihak ISLAM.

Abdurrahman Yusak/fpimesir.tk

Sumber : fpi.or.id