لِمَ تَلْبِسُونَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ Mengapa kamu mencampur adukkan yang hak dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui? (Qs. Ali Imron :71)

Jumat, 20 Agustus 2010

Sembilan anak cucu setan

Umar ra. telah mengatakan, bahwa anak cucu setan ada 9 yaitu :
1. Zalitun, setan zalitun ini menggoda penghuni pasar dalam jual beli. Dia memancangkan bendera dusta, menipu, membujuk, merayu dan bersumpah.

2. Watsin, setan watsin ini suka mengkhianati bayi-bayi.

3. Laqus, setan laqus ini menggoda agar menyembah api/

4. A'wan, setan a'wan ini suka menggoda raja-raja.

5. Haffaf, setan haffaf suka mendorong minum-minuman keras;

6. Murrah, setan murrah bergerak dibidang musik ( seruling ).

7. Masuth, setan masuth menyebarkan berita=berita palsu (gosip)/ bohong, Dia menyebar luaskan berita-berita bohong lewat lisan-lisan manusia.

8. Dasim, setan dasim berada di dalam rumah seseorang yang apabila masuk rumah tidak suka membaca salam dan tidak suka menyebut nama-nama Allah. Dia mendorong adanya permusuhan dalam keluarga sehingga terjadi perceraian suami istri, khulu/talak, tebusan dari istri, pukul memukul, dan sebagainya.

9. Walhan, setan walhan selalu mengacaukan manusia dalam berwudhu, shalat dan ibadah-ibadah yang lainnya.

Dalam riwayat lain nama-nama setan yang sembilan itu ialah, sebagai berikut :

a. Setan Walhan menggoda manusia dalam berwudhu.
b. Setan Khanzab menggoda manusia dalam shalat.
c. Setan Zalanbur menggoda para pedagang.
d. Setan A'wan menggoda manusia agar berzina.
e. Seran Wasnan menggoda manusia dalam tidur.
f. Setan Tabri menggoda manusia yang sakit.
g. Setan Dasim menggoda manusia dalam makanan.
h. Setan Matun menggoda manusia dalam minuman.
i. Setan Abyad menggoda manusia ahli ibadah atau wali. Dalam hal ini Nabi bersabda yang artinya : Untuk wudhu ada setan yang bernama Walhan. Oleh karena itu, berhati-hatilah lamu dengannya."
Sumber : Kitab Nashaihul Ibad.

Delapan perkara yang merupakan perhiasan untuk delapan perkara yang lain

Abu Bakar Siddiq ra. berkata," Ada delapan perkara yang merupakan perhiasan untuk delapan perkara yang lain yaitu :
a. Memelihara diri daripada meminta-minta, adalah perhiasan bagi kefakiran.
b. Bersyukur adalah perhiasan bagi kenikmatan.
c. Sabar adalah perhiasan untuk musibah.
d. Tawadhu' adalah perhiasan bagi suatu keturunan.
e. Hilim (tidak cepat marah) adalah perhiasan ilmu.
f. Merasa hina adalah perhiasan bagi seorang pelajar.
g. Meninggalkan menyebut-nyebut pemberian yang sudah diberikan adalah hiasan ihsan.
h. Khusu' adalah perhiasan shalat.

Nabi Saw bersabda ." Kasihanilah orang yang paling mulia di antara kaumnya yang terhina, kasihanilah orang kaya, yang merasa dirinya fakir (tidak sombong), dan kasihanilah orang yang alim, yang disia-siakan di tengah-tenmgah orang bodoh."

Barang siapa keluar rumah dengan tujuan mencari ilmu, maka Allah membukakan pintu ke surga baginya, malaikat-malaikat menghamparkan bayang-bayang (memberi keteduhan) kepadanya, dan malaikat-malaikat yang ada di langit dan ikan-ikan yang ada di laut memohonkan ampunan baginya." (HR. Abu Ya'la)